Minggu, 27 Januari 2013

Warga Jombok Pule Uji Budidaya Kakao Menggunakan Jamur Mikorisa

Warga Jombok Pule Uji Budidaya Kakao Menggunakan Jamur Mikorisa - Berkat kerjasama antara Balai Besar Perbenihan Dan Proteksi Tanaman Surabaya Dan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Jogjakarta yang melakukan Uji Lapang pada Tanaman Kakao dengan bantuan Jamur Mikorisa yang bertempat di Desa Jombok Kecamatan Pule, Kelompok Tani asal Desa Jombok yang di pimpin oleh Bapak Jianto alias Jiplek kini telah memulai terobosan baru untuk meningkatkan hasil pertanian Kakao dengan membudidayakan Bibit Kakao yang di aplikasikan dengan Bakteri Jamur Mikorisa.
Lima Profesor Pakar Jamur dan Pertanian dari UGM turun langsung ke lokasi uji lapang yang bertempat di Desa Jombok Kecamatan Pule Trenggalek  untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait perkembangan Kakao Yang telah di tempeli Jamur Mikorisa Tersebut, Tak Hanya melakukan penelitian, Lima profesor Pakar Pertanian tersebut Jua melakukan bimbingan pemeliharaan dan perawatan serta budidaya Kakao dengan aplikasi Jamur Mikorisa atau bisa di sebut juga Pupuk Hayati/Biologi tanpa Kimia.
Prof. Bambang kepada Jwalita News menuturkan, “Pengembang Biakan Bibit kakao dengan Menggunakan bantuan jamur Mikorisa pada akar tanaman dengan media penempel seolit ini di harapkan akan bisa menigkatkan Mutu kakao Serta bisa meningkatkan Hasil Pertanian. Mikorisa adalah jenis jamur yang di tempelkan pada akar tanaman dengan media perantar menggunakan seolit, Penempelan Mikorisa ini dilakukan mulai dari Kecambah Bibit dengan cara menanamkan Kecambah Bibit pada Seolit yang telah di taruh pada tanah tempat Bibit akan di tanam. Sebenarnya cara ini sudah lama di lakukan di luar negeri, dan hasil nya pun juga cukup Bagus, namun Kita baru kali ini untuk mencoba membudidayakan nya sekarang”.
Ada 1000 bibit kakao yang akarnya sudah kita tempeli Jamur Mikorisa yang sudah kita bagikan kepada masyarakat Jombok, Dengan rincian 125 Bibit kita tanam di dekat jalan raya dan yang 875 bibit kita serahkan masyarakat untuk di tanam di Lokasi dalam ( Agak Jauh Dari Jalan Raya ), Dari tanaman Bibit tersebut kita akan tetap mengamati dan mengontrol perkembangannya, Kita akan kontrol tanaman kakao ini setiap seminggu sekali, Jadi seminggu sekali akan ada team yang mengecek kondisi kakao ini, Team yang melakukan pengontrolan akan bergantian, seminggu sekali dari UGM dan seminggu sekali berikutnya Dari DEPTAN yang mengontorl kondisi tanaman ini. Dari pengontrolan tiap seminggu sekali akan di dapat tentang bagaimana perkembangan maupun keluhan dari perawatan Tanaman Kakao ini. Setelah berkembang Kita Juga akan mengambil sample akar dan Tanahnya untuk di uji Laboratorium terkait perkembangan dan kandungan yang ada. Dalam perawatan dan pemupukan terhadap tanaman ini tidak boleh menggunakan kimia, Baik Pupuk maupun obat kimia lain seperti pembunuh hama atau Gulma, Karena apabila terinfeksi zat kimia maka jamur Mikorisa yang sudah kita tempel dan berkembang pada akar tersebut akan mati, Berarti sekali terkena zat kimia maka jamur mati dan perkembangan tanamanpun akan terganggu, Dalam pemupukan sebaiknya gunakan saja pupuk kandang atau pupuk lain yang non kimia“. Kata Prof.Bambang”
Prof.Syamsu Juga Menuturkan,” 90% dari tanaman itu sebenarnya berhubungan dengan jamur Mikorisa sejak tumbuh secara alami, ini terbuksi saat kita memindahkan tanaman dari satu tempat ke temapt lain maka kita harus membawa sedikit tanah asal akar tumbuh tersebut agar bisa berkembang lebih baik, itulah sebabnya kita terus meneliti tentang MIKORISA. Kita sudah membuat sebuah produk jamur mikorisa ini dengan nama GLOMOFET, Glomofet ini adalah spora jamur mikorisa yang sudah kita aplikasikan dengan seolit, jamurnya tak bisa dilihat dengan kasat mata, Hanya bisa dilihat dengan mikroskop, Jadi Glomofet ini adalah produk kami yang berguna untuk membudidayakan bibit, namun kami belum memproduksi secara luas, Produk ini masih terus kami teliti dan kami Buktikan Hasilnya”.
Pakar Jamur dan pertanian Prof.Suryanti Juga menuturkan, “Dalam pengaplikasian Tanaman dengan Jamur mikorisa ini, Setiap Bibit tanaman sejak masih kecambah kita kasih 10 Spora jamur. Spora Jamur ini kita taruh pada Seolit yang merupakan media perantara penempelan Spora Jamur pada Akar tanaman Tersebut”.
Jianto alias Jiplek ketua kelompok Tani Asal Desa Jombok kecamatan Pule Trenggalek juga Mengatakan, “saya beserta anggota kelompok tani dan seluruh masyarakat mengucapkan sangat berterimakasih kepada Balai Besar Perbenihan Dan Proteksi Tanaman Surabaya Dan Para Profesor Pertanian beserta team dari Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Jogjakarta yang telah mau melakukan Uji Lapang pada Tanaman Kakao dengan bantuan Jamur Mikorisa di tempat kami dan telah membimbing kami tentang pertanian dan pengembangan tanaman kakao. Semoga Tanaman ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Jombok dan sekitarnya dan semoga dengan tanaman ini bisa meningkatkan hasil pertanian kami. Meski tempat kami di pegunungan dan jalnnya pun sudah rusak sangat parah dan sampai saat ini belum di perbaiki ole Pemkab Trenggalek, Namun para Profesor Pakar Pertanian dan jamur dari UGM Jogjakarta beserta Team dari Balai Besar Perbenihan Dan Proteksi Tanaman Surabaya Juga  tetap mau mendatangi tempat kami dan Tulus untuk membimbing Kelompok Tani kami. Sekali Lagi kami ucapkan banyak terima kasih”. Tutur Jiplek. 



Berita Tentang Warga Jombok Pule Uji Budidaya Kakao Menggunakan Jamur Mikorisa Berdasarkan Sumber Jwalita News dan di informasikan kembali oleh blogpanggul.blogspot.com

Advertiser