Minggu, 03 Juni 2012

MASYARAKAT TRENGGALEK KELUHKAN KEPENGURUSAN AKTA KELAHIRAN YANG SULIT

Demi Akte Kelahiran harus jual kambing
 
TRENGGALEK – Jwalita News . Pemerintahan Bupati Trenggalek Dr.Mulyadi, WR.MMT dan Kholik ,SH diuji kemampuannya dalam hal pelayanan KTP, KK dan Akte Kelahiran sesuai dengan janji-janji kampanyenya ketika pencalonan dalam Pilkada 2010-2015 untuk memberikan pelayanan prima dalam pembuatan KTP, KK dan Akte Kelahiran dengan proses cepat dan biaya murah.
Namun janji tiggal janji, Masyarakat kini semakin menjerit dengan mahalnya biaya pembuatan Akte Kelahiran dan proses yang rumit di Kantor Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Pemkab Trenggalek. Seperti yang dituturkan oleh Agus warga panggul “masih enak jaman Bupati Sebelumnya dalam pengurusan KTP dan Akte Kelahiran, sekarang ngurusnya ribet, rumit dan mahal .”
Memang sesuai dengan pasal 32 ayat (2) UU No.23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan Akte Kelahiran yang terlambat didaftarkan harus ada Penetapan dari Pengadilan Negeri. Selain itu pemohon harus melengkapi persyaratan dengan melampirkan Surat Keterangan Kelahiran dari Desa, foto copy Surat Nikah Orangtua, Foto copi KTP 2 orang Saksi dan Putusan Penetapan Pengadilan.
Setelah Persyaratan diteliti oleh Petugas Pendaftaran di Kantor catatan sipil, pemohon disuruh untuk membawa ke kantor pos untuk membeli materai dan stempel pos yang tentunya harus mengantri dulu Selanjutnya diserahkan kembali ke kantor Catatan Sipil. Proses yang panjang dan melelahkan ini belum selesai, kita masih disuguhi oleh kesan yang arogan dari petugas yang semestinya senyum ramah memberikan pelayanan kepada Masyarakat namun berbalik 180 derajat. Anindya, PNS yang bekerja di Pemkab Trenggalek bagian pendaftaran di Kantor Dispendukcapil ini berlaku agak arogan  dengan memaki-maki pemohon dengan alasan yang mengada-ada dan dibuat-buat. ”masak hanya karena kurang legalisir buku Nikah,padahal saya sudah membawa yang aslinya disuruh kembali, padahal rumah saya jauh, seakan-akan petugasnya mempersulit proses.”tutur Bambang  salah satu Pemohon dari panggul.
Apabila persyaratan terpenuhi maka kita akan mendapat surat pengantar dari Catatan Sipil untuk melakukan Sidang di pengadilan Negeri 1 minggu berikutnya,dan disinilah kerumitan dan kesulitan terjadi pada pemohon. Selain harus membawa 2 orang saksi, pemohon harus berhadapan dengan hakim di meja persidangan. Saksi yang dibawa juga harus berumur lebih tua 10 tahun diatas usia pemohon. Sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan proses birokrasi yang mbulet ini, Akibatnya harga Akte Kelahiran mahal. ”untuk buat akte ini saya menghabiskan 1 juta dan harus jual kambing, soalnya saya harus beli 2 orang saksi, saya juga takut menghadiri sidang, takut seperti terdakwa ”tutur Bonari warga dongko yang harus menggunakan jasa calo untuk mendapat Penetapan Pengadilan.
Setelah mendapatkan surat penetapan pengadilan Negeri ini barulah kantor Catatan Sipil memprosesnya menjadi Akte kelahiran. Dari proses awal sampai selesai proses pembuatan selembar kertas yang bernama Akte Kelahiran ini, masyarakat membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup menguras pikiran. Selain Proses yang sangat panjang juga harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit akibatnya hanya kalangan tertentu yang dapat mengurus akte kelahiran dan bagi masyarakat miskin mendapatkan Akte merupakan perjuangan yang cukup berat.
Memang sebagian daerah untuk Penetapan pengadilan akte kelahiran ada yang memberikan subsidi, namun untuk Trenggalek sampai saat ini belum ada kebijakan dalam hal pembuatan akte. Walaupun Tidak harus gratis masyarakat tidak mengeluh apabila dibarengi dengan pelayanan yang mudah, cepat dan tidak bertele-tele. Ketika dikonfirmasi lewat pesan pendek terkait rumit dan mahalnya pembuatan Akte Kelahiran ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Trenggalek Bambang Agus Setiyaji,SH  belum berkenan memberi tanggapan sebab dirnya sedang menerima tamu dari provinsi.
Birokrasi yang panjang dan rumit mestinya dapat dipangkas dan dipermudah. kalau bisa dipermudah mengapa harus dipersulit…??? kalau bisa dipercepat, mengapa harus diperlambat ? Pemimpin yang bijak akan memberikan pelayanan terbaik buat warganya, tidak hanya sekedar janji tapi perlu bukti (BPS)

Sumber ; http://jwalitanews.com/masyarakat-trenggalek-keluhkan-kepengurusan-akta-kelahiran/

Advertiser