Kamis, 03 Mei 2012

Oligarki Ical Bisa Hancurkan Golkar

Keputusan Partai Golkar yang menyebutkan jika tidak ada kandidat Capres lainnya selain Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dianggap sebuah bentuk oligarki dari rezim di Golkar.

"Kenapa? Sebab Ical merasa paling benar dan paling berhak memutuskan sesuatu, termasuk proses pencalonan presiden di partainya," ujar Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsjah di Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Menurutnya, para petinggi ataupun senior Partai Golkar harus melakukan dan mengigatkan oligarki yang ditujukan hanya untuk kepentingan kelompok kecil elite dengan figur utama Ical. Pasalnya dalam sejarah Golkar adalah partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis, sehingga tidak hanya menujuk kandidat Capres tunggal yakni Ical.

"Saya sangat menyayangkan sikap Ical yang makin ngotot dan tidak mempedulikan potensi tokoh lain di Golkar. Jika Ical hebat dan punya elektabilitas di internal Golkar, pasti dia akan terpilih, tapi secara demokratis, bukan dengan cara pemaksaan yang akan dilegitimasi di forum Rapimnasus," ungkapnya.

Hal lain yang tidak terlihat demokratis adalah ketika Ical mengancam akan memecat Ketua Forum Silaturahmi DPD II Muntasir Hamid. Pasalnya hal itu tidak boleh dilakukan karena akan memicu konflik baru.

"Cara-cara seperti itu hanya akan membuka peluang konflik lebih besar dan akan dijauhkan kader dan pimpinan daerah. Masak mau maju capres malah memperbanyak musuh di dalam," tegasnya. [mvi]
http://nasional.inilah.com/read/detail/1857186/oligarki-ical-bisa-hancurkan-golkar

Advertiser