Rabu, 02 Mei 2012

Kabupaten Trenggalek Menyongsong Adipura Award Tahun 2012


Sejak hari Senin, 5 Maret hingga Rabu, 7 Maret 2012 yang baru lalu (selama tiga hari), saya diberi kehormatan mengikuti Tim Adipura Kabupaten Trenggalek untuk memantau, memonitor dan mengevaluasi obyek yang akan dinilai. Tim ini terdiri dari unsur Kantor Lingkungan Hidup, Kantor Pemukiman dan Kebersihan, serta Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Adipura Kabupaten ini berkewajiban untuk memantau kesiapan semua komponen yang akan dinilai oleh Tim Adipura dari Pusat. Sebelumnya, Tim Adipura Pusat sudah melakukan pemantauan awal serta juga secara mendadak mendatangi beberapa titik (obyek) pantau yang dianggap "aneh nilainya" sebagai tindakan validasi. Validasi oleh Tim Adipura Pusat dilakukan apabila hasil Tim Pemantau Adipura Pusat menunjukkan angka penilaian yang turun atau naik drastis dari suatu obyek pantau.
Adipura Award adalah penghargaan lingkungan hidup yang dianugerahkan bagi kota di Indonesia yang dinilai bersih teduh (clean and green city) berbasis prinsip-prinsip Good Governance. Adipura Award  dibagi dalam 4 kategori yakni "Kota Metropolitan" (berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa), "Kota Besar" (500.001-1.000.000 jiwa), "Kota Sedang" (100.001-500.000 jiwa), dan "Kota Kecil" (kurang dari 100.000 jiwa). Trenggalek masuk dalam kategori Kota Kecil, karena penduduk yang bertempat tinggal dalam radius kota kurang dari 100.000 jiwa.
Selama tiga hari berkeliling kota, Tim Adipura Kabupaten Trenggalek mengunjungi obyek pantau yang antara lain adalah kantor/instansi, Rumah Sakit Pemerintah, Puskesmas, sekolah, pasar-pasar, kelurahan, perumahan rakyat, perkampungan, serta sepanjang jalan lingkar kota, termasuk terminal bus dan fasilitas umum lainnya.
Sungguh perjalanan keliling kota yang sangat mennyenangkan bagi saya saat mengikuti Tim. Di samping bisa mengabadikan berbagai fenomena perkotaan, juga jadi tahu seberapa besar tekad warga Trenggalek untuk membudayakan cinta lingkungan hidup. Seperti seringkali disampaikan oleh Bupati Trenggalek (H. Mulyadi WR) dan Wakil Bupati Trenggalek (Kholiq), bahwa kesiapan Trenggalek untuk dinilai oleh Tim Adipura Pusat bukan bertujuan untuk meraih penghargaan tersebut, melainkan sebuah upaya konstruktif untuk mentradisikan sekaligus melestarikan budaya "Trenggalek Bersih Hatinya" (Trenggalek Bersih, Sehat,  Indah dan Nyaman). 
Kabupaten Trenggalek pernah memperoleh Adipura Award 2 tahun berturut-turut, yakni tahun 2009 dan tahun 2010. Tahun 2011, Trenggalek gagal masuk nominasi akibat ada penambahan komponen dan kriteria obyek yang dinilai serta pengurangan jumlah kota yang dinominasikan. Jika pada tahun 2010 peraih penghargaan (anugerah) Adipura mencapai 140 kota maka pada tahun 2011 ini penerima penghargaan piala Adipura hanya 63 kota/kabupaten.(Bersambung).

Advertiser