Selasa, 24 April 2012

Mahasiswa Penyebar Kunci Jawaban UN Di Tangkap

Trenggalek: Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek, Jawa Timur, Senin (23/4), menangkap seorang pemuda yang diduga menjadi pelaku penyebaran kunci jawaban ujian nasional (UN) tingkat SMP. Pelaku diidentifikasi bernama Sarwo Edi Prasetyo (23), mahasiswa asal Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu.

"Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB di sebuah rumah di RT 3, RW 1 yang berlokasi tak jauh dari kediaman pelaku," ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Supriyanto, Senin.

Sarwo Edi digelandang menuju Mapolres Tugu setelah tim buru sergap dari Reskrim mendapati barang bukti kunci jawaban soal-soal UN yang dicatat pelaku di tiga lembar kertas.

"Pelaku tertangkap tangan dengan sejumlah barang bukti yang diduga kunci jawaban UN tingkat SMP, oleh jajaran Polsek Tugu. Pelaku lalu dilimpahkan ke Polres, dan tengah kami dalami," kata Supriyanto.

Berdasar hasil penyidikan sementara, barang bukti tiga lembar kertas yang dipegang Sarwo Edi masing-masing berisi kunci jawaban UN untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Saat digerebek polisi, Sarwo Edi diduga tengah bersiap mengedarkan kunci jawaban soal tersebut kepada seseorang bernama Bambang, warga Desa Panggul, Kecamatan Panggul.

"Pengakuannya begitu, ada permintaan kunci jawaban soal dari seseorang bernama Bambang. Apa dia siswa peserta ujian nasional atau wali murid atau lainnya, kami belum bisa memastikan, yang jelas pelaku ini bekerja sama dengan seseorang bernama Nuri yang berlokasi di Jember," ujarnya menambahkan.

Untuk kepentingan penyidikan, polisi saat ini tengah berupaya mengembangkan kasus tersebut dengan melacak jejak dua pria yang disebut-sebut Sarwo Edi, yakni pemesan kunci jawaban soal bernama Bambang serta pemberi kunci jawaban bernama Nuri.

Terkait kunci jawaban yang dibawa Edi, sejauh ini belum diketahui benar. Sebab tidak menutup kemungkinan, Edi dan kawan-kawan merupakan komplotan yang ingin mengeruk keuntungan dari pelaksanaan UN dengan menjual kunci jawaban palsu. Apalagi, kunci jawaban tersebut hanya satu jenis. Padahal setiap mata pelajaran ada beberapa jenis soal.

Jika terbukti benar, Edi dan kawan-kawan akan dijerat pasal 112 KUHP, menyebarkan dengan sengaja surat, berita atau keterangan yang diketahuinya, yang seharusnya dirahasiakan untuk kepetingan negara, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

"Bisa saja mereka sengaja menjual kunci jawaban palsu, demi mendapatkan uang. Tapi kami akan mencocokkan kunci jawaban ini, setelah pelaksanaan UN nanti," katanya.

Sementara menurut pengakuan Edi di depan penyidik, dirinya tidak mengenal baik Bambang, pemesan jawaban UN tersebut dan untuk apa kunci jawaban tersebut.

Edi juga mengaku tidak tahu dari mana Nuri mendapat kunci jawaban tersebut. Ia hanya diberi pesan, jika setiap kunci jawaban yang terjual Nuri minta bagian Rp400 ribu.

Edi mengaku berencana menjual setiap kunci jawaban tersebut seharga Rp500 ribu atau untung Rp100 ribu per kunci jawaban.

"Nuri hanya pesan, dia minta keuntungan Rp400 ribu, tapi saya tidak tahu dia dapat dari mana dapat kunci jawaban tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Supriyanto menjelaskan.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/04/23/88969/Dicokok-Mahasiswa-Penyebar-Kunci-Jawaban-UN-

Advertiser