Selasa, 24 Mei 2011

KONSERVASI PENYU DESA WONOCOYO PANGGUL

  • DESA WONOCOYO JADIKAN TAMAN KILI-KILI SEBAGAI TEMPAT PENYELAMAT PENYU SI HEWAN PURBA TERAKHIR

(Penyu yang berhasil diselamatkan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas Penyu Taman Kili-Kili Desa Wonocoyo pada tanggal 23 Mei 2011 Pukul 00.30 WIB)

Konservasi Penyu di TrenggalekWonocoyo adalah desa yang terletak di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Berjarak 54 km sebelah barat daya Ibu Kota Trenggalek dan 0 km dari Kota Kecamatan Panggul dengan luas wilayah  678,941 Ha terdiri dari dataran seluas  370,941 Ha dan Perbukitan 308,000 Ha. Ketinggian wilayahnya dari laut berkisar  0 – 100   m. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia ; dengan pantainya yang membentang dari barat hingga ke timur wilayah desa Wonocoyo. Bentangan pantai itu kemudian dikenal sebagai Taman Kili-Kili.
Tak jelas. Entah kenapa tempat itu diberi nama Taman Kili-Kili. Yang jelas di pantai  yang di sepanjang tepinya ditumbuhi pohon Pandan inilah pada sekitaran bulan Mei  sampai dengan Agustus warga masyarakat desa Wonocoyo yang tinggal tidak jauh dari pantai yakni masyarakat Dusun Bendogolor sering menemukan Penyu laut  yang bertelur di tempat itu. Penduduk setempat menyebutnya Pasiran.
Penyu laut (Pasiran) yang sering ditemukan Taman Kili-Kili selama ini ada tiga (3) jenis.  Diantaranya penyu hijau atau dikenal dengan nama green turtle (Chelonia mydas), penyu sisik atau dikenal dengan nama Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata) dan penyu belimbing atau dikenal dengan nama Leatherback turtle (Dermochelys olivacea). Dari  ketiga  jenis itu, Penyu Belimbing adalah penyu terbesar  yang  pernah mereka temukan.  Dengan ukuran sekitar  dua (2) meter dengan berat kurang lebih 700 – 800 kg.
Karena kurangnya pemahaman bahwa Penyu laut termasuk hewan yang dilindungi maka sering kali yang dilakukan masyarakat ketika menjumpai Penyu laut bertelur adalah mengambil telur-telurnya untuk dijual atau dikonsumsi sendiri. Setiap tahunnya menurut pengakuan mereka tidak kurang dari 40 sarang telur Penyu yang ditemukan dan diambil. Rata-rata setiap sarangnya tidak kurang dari seratus butir telur.
Namun setelah melalui penyuluhan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Wonocoyo bersama BPD kepada masyarakat Bendogolor dan beberapa Tokoh Masyarakat yang sekaligus ditindaklanjuti dengan penyusunan Raperdes tentang Konservasi Penyu dan juga pembentukan Kelompok  Masyarakat Pengawas Penyu Taman Kili-Kili Desa Wonocoyo, kesadaran masyarakat untuk turut serta menjaga dan melestarikan spesies Penyu terbangun. Kegiatan tersebut di atas dilakukan oleh Pemerintahan Desa Wonocoyo setelah mengikuti Workshop Konservasi Penyu yang diadakan oleh Departemen Perikanan dan Kelautan Pusat, Propinsi dan Kabupaten yang bertempat di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek selama dua hari yaitu tanggal 18 sampai dengan 19 Mei 2011.
Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Wonocoyo kepada masyarakat pinggir pesisir pada tanggal 21 Mei 2011 terungkap bahwa Indonesia adalah rumah bagi enam dari tujuh spesies penyu di dunia, karena memberikan tempat yang penting untuk bersarang dan mencari makan, disamping merupakan rute perpindahan yang penting di persimpangan Samudera Pasifik dan Hindia. Namun, populasi enam spesies penyu laut tercantum sebagai yang rentan, terancam, atau sangat terancam menurut IUCN Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies Yang Terancam Menurut IUC). Ancaman utama yang dihadapi oleh penyu laut mencakup hancurnya habitat dan tempat bersarang, penangkapan, perdagangan ilegal dan eksploitasi yang membahayakan lingkungan.
Harapan ke depan, Raperdes desa Wonocoyo tentang Konservasi Penyu segera disahkan oleh Bupati Trenggalek menjadi Perdes dan siap diberlakukan sebagai instrumen payung hukum Konservasi Penyu di daerah tersebut guna menjaga, melindungi dan melestarikan agar Penyu-Penyu si hewan purba terakhir itu selamat dari kepunahan. Amin. (Eko Mrg-Perangkat Desa Wonocoyo)
Penyu Hijau yang dievakuasi setelah selesai bertelur di Taman Kili-Kili.
Kepala Desa Wonocoyo beserta Bapak Camat serta Kapolsek Kecamatan Panggul sedang melepas anak Penyu Hijau yang baru menetas ke laut.







PEMBINAAN POKMASWAS PENYU DI DESA WONOCOYO
OLEH DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROPINSI JAWA TIMUR

Wonocoyo, Selasa 11 Oktober 2011

POKMASWAS, Kelompok Masyarakat Pengawas Penyu Desa Wonocoyo mendapatkan pembinaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur pada hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011 yang lalu.
Dalam pembinaan yang dihadiri juga oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Trenggalek juga Muspika Kecamatan Panggul serta beberapa tokoh masyarakat terungkap betapa pentingnya Penyu laut dikonservasi.
 Sumber; http://www.desawonocoyo.com/tempat-penyelamat-penyu.html

Advertiser